Pengenalan Filsafat Ilmu Pengetahuan

Senin, 3 September 2012, jam 9.00 pagi hari, di salah satu ruangan di lantai 2, gedung labtek 8, ITB, kami memulai kuliah perdana kami untuk mata kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan.  Bapak Prof. Dr. Ir. Kuspriyanto memasuki ruangan, dan setelah menyapa kami, sesaat kemudian beliau meminta kami untuk menuliskan pada selembar kertas yang dibagikan kepada kami, tentang apa yang kami ketahui mengenai filsafat ilmu pengetahun.

Jreng…saya agak kaget juga, jujur, saya belum mempersiapkan diri untuk membaca mengenai apa itu filsafat ilmu pengetahuan…alhasil…mengandalkan memory yang ada…saya coba menuliskan menurut pendapat saya mengenai filsafat ilmu pengetahuan…

Setelah kurang lebih 10 menit, kami diberi waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut, kemudian, Prof. Kus, memberikan waktu kepada kami untuk mengajukan pertanyaan kepada beliau. Dan, rupanya, begitulah cara beliau membimbing kami memahami mengenai filsafat ilmu pengetahuan, ya, dengan pertanyaan-pertanyaan dari kami, dan jawaban-jawaban yang coba diberikan oleh teman-teman kami.  Sesekali beliau menyanggah…sesekali beliau mengiyakan…sesekali beliau tersenyum…sesekali beliau mengangguk-anggukan kepala…yang membuat saya dan mungkin teman-teman yang lain..jadi coba menerka-nerka apa ya…maksud dari ekspresi pak kus…. 🙂

Ada beberapa tugas yang diberikan kepada kami, yaitu :

  1. Setiap mahasiswa harus punya website sendiri untuk menunjukkan kemampuan/kompetensi pribadi dan juga untuk meng-upload tugas.
  2. Menemui profesor di ITB untuk kemudian diwawancara untuk mengetahui pendapatnya yang terkait dengan filsafat ilmu pengetahuan.
  3. Menuliskan tentang berapa besarnya nilai ijazah s3 bagi kami? seberapa tinggi?
  4. Membuat paper yang ada unsur filsafat dengan partner dari dosen ITB, STEI dan penulis pertama adalah dosen tersebut.

wah, baru pertemuan pertama, tugas yang harus kami selesaikan cukup banyak ya…., tapi inilah konsekuensi bagi kami/saya sebagai seorang mahasiswa s3 yang menurut Bapak Prof. Kus, bahwa menjadi mahasiswa s3 itu adalah Full Time Job. Jadi, kami memang harus siap dengan segala tugas yang menjadi tanggung jawab kami.  Dan, sebenarnya bila diperhatikan, tugas-tugas yang diberikan itu, membuat kami / memaksa kami untuk segera action dalam perjalanan kami menuju selesainya penelitian yang kami rencanakan.

Misi kuliah ini, adalah :

  • Membantu meringankan selesainya kuliah s3
  • Menyesuaikan sikap sebagai mahasiswa s3 untuk bisa mengekspresikan ide, pendapat secara kritis, kreatif dan bertanggung jawab.

Bagaimana cara kita mendapatkan keterbaruan (novelty) ?

  1. Bacalah future work dari paper-paper
  2. Gabungkan metode-metode yang terbaik
  3. Transformasi / penerapan metode dari suatu domain ke domain lain
  4. Tanya om google, “how to get novelty”
  5. Berpikir kritis terhadap produk-produk science dan technology, cari kelemahan/kekurangan suatu produk dan berusaha menjawab kelemahan tersebut dan jangan puas dengan satu jawaban saja tapi harus memiliki banyak jawabannya.

Mahasiswa s3 jangan hanya sekedar menerapkan metode, karena itu belum dianggap sebagai suatu novelty, kecuali metode tertentu yang benar-benar ‘wah’.

Juga bisa dikatakan novelty, bila, metode baru diukur seberapa besar kualitasnya, kemudian mengubah beberapa cara untuk memperbaiki kualitasnya.  Untuk ini, bisa dilakukan dengan 2 pendekatan :

  1. Melalui utak atik teori
  2. Melakukan eksperimen

Salah satu yang menjadi tolak ukur diterimanya penelitian adalah “Tingkat Kesulitan”, dan kemudian kita mampu meyakinkan penguji.

Ukuran paling jelas tentang novelty adalah publikasi / jurnal / paper.

Dalam kuliah pertama ini, terjadi tanya jawab yang sangat menarik, yang dapat saya simpulkan bahwa, menjadi mahasiswa s3 harus memiliki sikap yang kritis, kreatif, mampu mengekspresikan ide/pendapat, tapi tetap harus memiliki sikap tawadhu / rendah hati.

Tidak ada kebenaran absolut di dunia ini bagi manusia, karena kebenaran yang absolut datangnya dari Tuhan.

Terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Kuspriyanto atas kuliah perdananya yang sangat mengesankan.

Iklan

Tentang irvan iswandi

Guru Profesional bidang studi Matematika di Madrasah Tsanawiyah
Pos ini dipublikasikan di Filsafat Ilmu Pengetahuan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s